Tempat meluahkan perasaan, melukiskan apa yang tergambar di jiwa. Penulis adalah seorang amatur dalam penulisan dan berharap untuk memperkembangkan gaya penulisan yang lebih terkini dan berkesan di hati pembaca. Berikan komen yang jujur supaya penulis boleh memperbaiki kelemahan yang ada.

Laman Sari

G.E.L.A.P ku rasa


Gagal dan kecundang lagi cinta ini
Entah kenapa tak pernah berjaya
Letih ku rasakan tiada bermaya
Apakah ditakdirkan tiada cinta lagi
Perlukah aku terus mencarinya?

Gersang jiwaku kecamuk hatiku
Elakkanlah aku dari kegelisahan
Lelah, tangis, duka lara
Aku jadi semakin buntu
Pintu hati ini tertutup kembali

Gila sungguh percintaan ini
Embun kasih sepertinya sudah kekeringan
Lambaian daun semakin perlahan
Awan seperti berhenti berarak
Pawana menghembus memadamkan lilin hidupku

Gelap ku rasakan hidup tanpa cinta
Esok lusa yang bakal ku tempuhi
Lemah ku rasakan untuk meneruskan
Aku pohon kekuatan pada-Mu ya Allah
Perteguhkan iman menghadapi dugaan Mu ini

Nukilan :: Gopal Manikam

Empat, Tiga, Dua, Satu

Empat purnama cinta berlabuh
Di satu persinggahan indah bergemerlapan
Disinari neon merah penuh bernafsu
Dipagari godaan suara syaitan
Dipenuhi lumpur asmara kerakusan

Tiga hari tiga malam
Bertemu adam dan hawa
Bersatu di ruang terpencil tiada bernyawa
Mengatur langkah menodai kesucian
Menghancurkan satu kehormatan agung wanita

Dua jasad terkujur layu
Peluh mengalir membasahi tubuh
Ruang empat penjuru menjadi saksi
Keimanan yang dipupuk sekian lama
Hancur luluh dibawa angin

Satu perkara jangan dilupa
Tuhan itu Maha Melihat dan Maha Mengetahui
Biar sejauh mana kita bersembunyi
Biar sekecil mana rahsia itu
Tetap dihitung dan dihukum amalan kita

Astaghfirullahal azimm..
Ampunilah dosa hambamu yang tak pernah lepas dari dosa

Nukilan :: Gopal Manikam

Kertaskah aku?



Diri ini bukan sekeping kertas
Untuk dicarik - carik semahunya
Yang bisa digumpal dan dibuang
Mahupun diconteng sesuka hati
Dan semudah itu dibuang sehina ini

Jiwa ini sekian lama kosong 
Cuba menghindari bahana cinta 
Kerana tidak mampu melupakan kepedihan
Disakiti dan dikhianati
Oleh insan yang pernah bergelar kekasih hati

Namun hadirmu bertamu di hatiku
Menyinari kegelapan yang sekian lama membelenggu
Bunga cinta yang dulu layu
Mekar kembali menghiasi kalbu
Pergilah sayu, datanglah rindu

Aku tidak bisa menolak cintamu
Kerna cintamu itu berbalut keikhlasan
Kerna cintamu semanis madu
Kerna cintamu selembut baldu
Dan kerna cintamu datangnya tanpa paksa

Nukilan :: Gopal Manikam

Persimpangan cinta


Aku seringkali terhimpit
Dalam membuat keputusan
Di persimpangan cinta
Antara si dia atau dirimu
Siapa selayaknya harus ku pilih

Dia umpama bulan
Lembut dan manjanya memukau hatiku
Santun kata meruntun jiwa
Senyumannya membuatku terpesona
Lirik matanya menggamit hatiku

Dirimu seindah pelangi
Selalu menenangkan hati di kala gundah
Sering menghilangkan resah gelisah
Mewarnai kelukaan menjadi kegembiraan
Sentiasa di sisi ketika ku memerlukan

Aku bersujud padaNya
Istikharahku mengharungi persimpangan ini
Pada Mu Tuhan aku pasrah
Rabbi yassir Wala Tu'Asir Ya Karim
Sesungguhnya kesulitan kuhadapi ini
Amatlah mudah bagi Mu


Nukilan::Gopal Manikam

Daun dan Sungai..


Aku menyusun langkah
Menyelusuri tebing sungai itu
Sambil tanganku memegang ranting
Ku kuis daun - daun kering yang berguguran
Hingga ianya jatuh ke dalam sungai

Aku duduk di tebing sungai itu
Memerhatikan gerak aliran daun itu
Sekejap ke kiri, sekejap ke kanan
Tapi tetap maju dan terus maju
Kerna ditolak arus sungai yg lesu itu

Aku terus perhatikan lagi
Sesekali ada batu di tengah - tengahnya
Menghalangi laluan daun itu
Daun itu terhenti
Tidak mampu untuk melepasi batu itu

Aku menghela nafasku
Perjalanan daun itu sudah terhenti, fikirku
Aku mula berkira - kira
Untuk meninggalkan tebing sungai itu
Dan aku bingkas bangun

Tiba - tiba angin kencang menerjah tulang sumsum
Arus sungai sedikit berubah
Mataku kembali melihat daun tadi
Kelihatan sudah beranjak sedikit
Dan perlahan - lahan daun itu
Kembali meneruskan perjalanan

Aku melangkah pulang
Rentak daun tadi terus bermain di fikiranku
Mungkinkah daun itu akan terhenti lagi
Mungkinkah daun itu akan tenggelam dan karam
Atau mungkinkah daun itu meneruskan perjalanan
Melalui sebatang sungai
Yang berliku - liku, dan
Penyudah sungai itu
Belum pasti akan ditemui..

Nukilan :: Gopal Manikam




Monolog Cinta Siber

 
Hai siapa di sana?
Hai juga, di sini tentulah bukan di sana?
Ye, saya tau lah, tapi siapa namanya
Hee hee, saya segan nak bagitahu nama. Awak bagitaulah dlu

begitulah bermula sebuah perkenalan
setiap hari menunggu - nunggu
bilakah si dia akan bersama
menemani hati ini
Dikaulah tempat untuk ku berbicara,
Bersenda, bergurau seloka
Juga teman meluahkan rasa

Pernah juga ku bertanya
Bila kita boleh berjumpa?
Jawabnya "Saya masih belum bersedia"
Aku memujuk hati ini
Aku yakin suatu hari, akan tiba saat itu
Kerana aku semakin terpaut untuknya
Adakah ini cinta? atau teman tapi mesra

Dari layar YM ke SMS
Dari SMS hingga bergayut ke lewat pagi
Aku semakin rindu
dan aku semakin sayang padanya
Dan aku dapat rasakan dia begitu juga

Namun,
Aku masih dalam keraguan
Adakah cintanya sekadar di sini
Atau sudah tersemat di dalam lubuk hatinya
Aku keliru, tapi tetap berharap
Ya Tuhan, andai ini jodohku
Maka, satukanlah kami berdua

Amin..
 
::Nukilan Gopal Manikam::

Ruang itu..


Sekian lama ku telah terkurung
Di dalam sebuah ruang
Berdindingkan penjara cinta
Angkara perhubungan terlarang
Tiada ku sengaja mencintainya
Walau ku tahu dia sudah dimiliki
Aku tiada berdaya melepaskan


Sekian lama ku telah berteduh
Di dalam sebuah ruang
Berbumbungkan madah berhelah
Dihiasi kata - kata manis
Ungkapan dan lafaz diikrar
Rindu disulam, cinta bersemi
Dalam kesamaran, ku cuba bertahan

Sekian lama ku telah berpijak
Di dalam sebuah ruang
Berlantaikan janji palsu
Untuk terus bersama bersatu
Walau kerapuhan terasa
Walau sumbang langkah
Ku teruskan, tanpa berfikir dengan kewarasan

Puas aku terkurung dan terperuk
Ku keluar dari ruang itu
Terasa angin bertiupan
Kemudian ribut datang melanda 
Menerbangkan ruang yang sepi itu
Dalam sekelip mata, hilang dari pandangan
Aku menghela nafas, dan menghembus
Barulah ku tahu
sebenarnya ruang itu
Tidak kuperlukan lagi
Dan ku melangkah pergi sambil tersenyum

::Nukilan Gopal Manikam::

Persoalan cinta

 Apakah ertinya sepi bila keseorangan tetapi bermasam muka bila bersua?
Apakah ertinya rindu bila tiada di mata tetapi panggilan telefon tak pernah berjawab?
Apakah ertinya sayang bila perpisahan dipinta tetapi ketika bersama penuh curiga?
Apakah ertinya cinta bila melangkah seiringan tetapi di belakang saling mengaibkan ?
Apakah benar kita ingin memilikinya untuk menyayanginya sepenuh hati, atau sekadar tidak mahu malu bila berbicara tentang kekasih dengan teman?
Apakah perlu ada cinta? Apakah perlu ada sayang?
Satu jawapan untuk semua , Cintailah diri sendiri seadil - adilnya, sebelum ingin menghadiahkan cinta untuk orang lain.

::Nukilan istimewa dari Gopal Manikam::

Kenangan Musim Salju

 


Pabila musim salju mendatang
Seringkali Mengimbau kisah cintaku yang malang
Aku dinista dan dihina sungguh kepalang
Oleh keluargamu yang lebihkan harta dari kasih sayang

Seringkali hati ini menangisi
Memori indahnya percintaan ini
Kita saling menyulami hati
Mengharap mahligai ini terus bersemi

Ingin kupadam kenangan yang melukakan
Semakin ku hindari, semakin kuat bermain di ingatan
Apakah masih ada ruang dan peluang
Atau harusku melepaskan

Kini aku biarkan sahaja
Ku pasrah pada Tuhan untuk menentukan
Aku hanya mampu merancang
Pasti saja takdir Tuhan tiada siapa dapat melawan
Ku sujud padamu Tuhan, memohon petunjuk dan pedoman
Dan kurniakanlah aku sedikit kekuatan
Agar dapat ku bertahan dalam meneruskan
Sebuah perjalanan hidup yang masih panjang...

::Nukilan oleh Gopal Manikam::

Bicara Cinta Sang Pencinta


Bila mata bertentang mata,
Hati semakin gundah dan gelisah,
Jiwa meruntun mencari kekuatan,
Agar ku mampu melafazkan,
Yang terbuku tiada terluahkan.

Deru angin yg membawa harumanmu,
Menusuk kalbu mengocak naluri,
Agar ku pantas berterus terang,
Merungkaikan perasaan,
Melepaskan kerinduan,
Menjelmakan kemesraan

Semakin aku menunggu saatnya,
Semakin sesak ku rasakan,
Seandainya cinta tiada balasan,
Sanggupkah ku untuk menghadapi,
Siapakah aku dihatinya

Wahai burung tolong sampaikan,
Benih cinta dari seorang pencinta,
Istimewa buat ratu sanubari ,
Semoga ia bercambah dan subur,
Di sebuah ruang bernama hati.

Nukilan :: Gopal Manikam

Kasih Kita


kita sering membicarakan
bahawa antara kita sudah ditakdirkan
bersama bersatu kita berdua
tiada siapa mampu menghalang

kita sering mengungkapkan
kebahagiaan yang dikecapi ini
terus berkekalan hingga sisa terakhir hidup
terus mekar seharumnya kasturi

kita juga selalu melafazkan
untaian cinta bertatahkan kejujuran
demi menjaga kemaslahatan
dan kesucian kasih kita

hari ini sejarah dicipta
akad dilafaz ikatan disimpul
ciuman di dahi si wajah berseri
ku doakan kita terus tabah
dalam menyelusuri alam pernikahan
semoga berkekalan hingga ke syurga

Nukilan :: Gopal Manikam

Kisah Cinta Remaja


Dalam kelas intai dari kejauhan
Ingin mendekati terasa segan
Lalu ku tuliskan lokasi pertemuan
Nota diselit di buku matematik tambahan
"Selepas sekolah dekat taman"

Jarum menuju angka 1 terasa perlahan
Pergilah matahari teduhkan dengan awan
Agar perjumpaan tiada kepanasan
Untuk kisah perkenalan yang berkekalan

Masa di tunggu pun menjelang
Aku berbaju biru berjalur belang
Si dia yang dinanti akhirnya datang
Lega rasanya bukan kepalang

ku bacakan padanya sebuah
Wahai si manis indah rupawan
hasrat hati ingin mengatakan
sudikah dikau menjadi teman

Si dia tunduk tanpa bicara
Lalu mengambil batu mencoretkan kata
Wahai abang marilah bersama
Menyemai kasih, sehingga akhirnya

Oh terima kasih dinda
Semoga kita dapat bersama
Ikrar janji hidup seia
Janganlah ada benci dan dusta
Barulah kita bersatu selamanya

Nukilan :: Gopal Manikam

Bukan Maksudku..


Sewaktu aku melangkah kaki meninggalkanmu
Aku bukannya berniat membencimu
Aku juga bukan sengaja menyakitimu
Aku sekadar inginkan perhatianmu
Agar dikau kembali memujukku

Namun kau anggap aku bersungguh dengan kataku
"Siapalah perempuan yang telah merampasnya dariku"
Itulah mungkin difikiranmu
Akukah yang tersalah menilaimu
Atau engkau yang mengambil kesempatan di atas sikapku?
Aku keliru juga buntu..

Saat ini aku sangat merinduimu
Menunggu panggilan darimu
Mengharap maafku ini direstu
Menanti hadirmu saban waktu
Ketahuilah, aku mencintaimu tanpa jemu
Nukilan ::  Gopal Manikam

Detik dan Waktu Itu..


Jam 10.00 pagi
Aku terima SMS
"Sayang,hadiah itu tidaklah seberapa"
Semakin aku bingung, dan mengerling pada kotak itu
Cuba membayangkan mataku mampu menembusi dinding kotak itu
Tapi tiadalah aku berupaya

Jam 3.00 petang
Aku menerima panggilan telefon
Cuma dia melafazkan
"Sayang, berjanjilah untuk pertahankan cinta kita walau apa yang terjadi"
Panggilan dimatikan, aku kelu

Jam 9.00 malam
Aku membuka facebook
Ku terima mesej
"Sepertinya Adam dan Hawa, kita diciptakan saling melengkapi"
Aku membalas, "Dengan izin-Nya, jodoh pertemuan ajal maut di tangan Tuhan"
Aku terbaring
menanti jarum jam ke angka 11

Jam 11.00 malam
Telefonku mengejutkan dari lelapku,
Argh, sudah melewati jam 11.05 malam
Terus aku mencapai kotak itu
Dan membuka isi dengan berhati-hati
Terpana aku kerana di dalamnya
Ada senaskah surah Yaasin
dan sekeping nota
"andainya dinda pergi dulu, bacakanlah surah Yaasin ini"

Jam 11.10 malam
Aku mendail nombor telefon si dia
dan bertanya "Cinta di mana?"
"Dia baru menemui Yang Esa setengah jam yang lepas kerana sesak nafas"
Ku rasakan darah naik ke kepala
"Dari Dia engkau datang, dan kepada Dia engkau kembali"  


Nukilan :: Gopal Manikam.


Lara Yang Tak Terucap


 Mengapa harus terus begini
Kau yang dulu memujaku
Kau yang selalu merinduiku
Kau yang sentiasa menawan hatiku
Kini pergi tanpa bicara
Tiada khabar berita

Dimana tinggal janji-janjimu
Yang engkau pernah taburkan
Untuk bersamaku sehidup semati
Untuk membina mahligai indah
Kini terkubur layu
Diselaputi dedaunan kekeringan

Aku tiada berdaya untuk memaksa
sebentuk jiwa dalam tubuhku ini
Menahan kesedihan
Jua menyulam senyuman dalam lara

Oh Hujan,
Timpakan titis - titis yang indah
Agar dapat mencuci kedukaan
dan memendapkan sisa cinta ini
ke dasar lautan
Kerna di sana nanti
Lautan yang menyimpan seribu satu kisah cintaku
Akan tetap tenang membiru
Seolah - olah tiada tangis , tiada duka, tanpa bicara..

Nukilan : Gopal Manikam

Monolog Matahari, Bintang dan Bulan

 
Kata matahari, akulah yang menerangi kesiangan alam,
Kata bintang, akulah yang paling berkilau di kejauhan malam,
Kata bulan, aku menumpang sinarnya matahari menyuluhi kegelapan,
Kata bulan lagi, aku menyerupai sabit kerna terhalang oleh cakerawala,
Tambah bulan lagi, antara matahari, bintang dan bulan, akulah yang paling lemah,
Namun aku tahu satu perkara, yang tiada pada matahari dan bintang,
Aku amat tahu, sang pungguk sentiasa merindui hadirnya bulan di waktu malam

Nukilan :: Gopal Manikam
Next Post Home

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...